Pembenahan Transportasi : Fokuskan Pada Orangnya

· Ahok, Jokowi, News
Authors
Macet Total (Gridlock)

Pembenahan Transportasi :

“Fokuskan pada Orangnya, bukan Jalan atau Kendaraan”

 

Cerita mengenai kemacetan dan tidak nyamannya transportasi Jakarta, seakan tidak pernah menjadi masa lalu. Jika diibaratkan sebuah lagu, masalah kemacetan Jakarta seolah telah menjadi evergreen hits. Dari dulu sampai sekarang, masalah ini tidak pernah ada matinya, bahkan cenderung semakin parah. Hari ini, tingkat rata-rata pembelian mobil perhari mencapai 300 unit, sedangkan sepeda motor 800 per hari. Jika kondisi ini terus terjadi dan jumlah ruas jalan hanya bertambah 0,01% per tahun,  diperkirakan akhir tahun 2013, Jakarta sudah mencapai kondisi macet total atau Gridlock, dimana jumlah luas kendaraan sudah menyamai bahkan melebihi luas jalanan. Macet sudah dimulai semenjak kita membuka pintu pagar.

 
Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo membenarkan, bahwa penyebab macet memang ketimpangan antara jumlah ruas jalan dan jumlah kendaraan. Namun,  solusinya bukan berarti memperbanyak jalan atau membatasi kendaraan. “Kita harus mulai dari pola pikir kebijakan dulu,” tukasnya. “Selama ini kita berpikir hanya jalan dan kendaraan, padahal yang diangkut itu orangnya. Pola pikir yang seharusnya adalah’Moving People not Car’. Jadi harus orangnya dulu, bukan kendaraan atau jalannya yang diurusi.” lanjut cagub berbaju kotak-kotak ini.

 

Memfokuskan diri pada pembangunan yang berbasis pada kepentingan “manusianya”, bukan kendaraannya, menurut Jokowi akan menyelesaikan sebagian besar masalah sistem di transportasi. “Transportasi umum sebagai wujud pelayanan publik  harus bisa memanusiakan manusia. Jika sudah nyaman, aman, dan ada kepastian waktu, pengguna pribadi pun akan pindah” tutur Jokowi yakin.

Hampir semua ahli transportasi sepakat, masalah kemacetan di Jakarta hanya bisa dipecahkan dengan ketersediaan transportasi umum yang masal yang nyaman. Dan sampai saat ini menurut Jokowi, belum ada transportasi yang bisa disebut masal dan nyaman di Ibukota. “Bus Transjakarta masih bermasalah dalam manajemen, terutama jumlah dan ketepatan waktu. Sedangkan angkot dan bus banyak yang tak layak. Ini belum bisa memanusiakan manusia.” jelasnya.

Sederet program kemudian telah disiapkan oleh Jokowi dalam membenahi transportasi umum, termasuk masalah integrasi moda. “Jadi nanti warga mudah untuk pindah angkutan dan mau meninggalkan kendaraan pribadinya.” jelasnya.  Untuk angkutan program angkutan masal, lelaki berumur 51 tahun ini mempersiapkan Bus berbasis rel (Railbus) untuk menggantikan Transjakarta di koridor-koridor padat. Kopaja dan Metromini yang sudah tidak layak akan diganti baru dengan sistem hibah oleh pemerintah.  “Dan tentu saja pembangunan MRT dan Monorail yang terbengkalai harus kita lanjutkan” tutupnya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: