Mereka Bersimpati Melihat Kinerja Saya

· Ahok, Jokowi, News
Authors

 JAKARTA- Anggota DPR RI dari Golkar Basuki Tjahaja Purnama nyaris menjadi pasangan pada Pemilkau kada dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto pada Pilkada DKI 2012. Sementara itu Ahok sudah terlanjur melepas rencananya mencalonkan diri ke Pilkada Bangka Belitung.

Suatu waktu, Ahok kedatangan sejumlah mahasiswa Universitas Paramadina yang mendapat tugas untuk mengadakan penelitian dan dokumentasi kegiatan anggota DPR RI selama masa reses.

Ahok mengizinkan para mahasiswa mendokumentasikan kegiatannya selama kembali ke Belitung. Para peneliti muda itu pun mengamati bagaimana keakraban Ahok bertemu warga Belitung. Kehidupan sehari-hari Ahok di Negeri Laskar Pelangi itupun tak luput dari sasaran rekaman para mahasiswa. Para mahasiswa itupun menjadi sahabat-sahabat Ahok.

Sewaktu kembali ke Jakarta, Ahok mulai memikirkan jalan menuju DKI 1. Akan tetapi, Partai Golkar tak menunjukkan tanda-tanda mengajukan Ahok ke Pilkada DKI. Hal sama yang pernah dialami Ahok pada Pilkada Bangka Belitung.

Setelah berhitung-hitung, Ahok akhirnya memutuskan mencoba jalur independen, di luar partai politik, yang untuk pertama kalinya diberlakukan di Pilkada DKI. Mulai akhir 2011, Ahok mencoba mencari dukungan warga DKI Jakarta melalui fotokopi KTP untuk bertarung di Pilkada DKI 2012.

Tugas itu jelas tak mudah. Beruntung, Ahok sudah memiliki sejumlah relawan yang bersedia membantunya mencari dukungan. Relawan tersebut adalah para mahasiswa yang pernah melakukan riset tentang masa reses Ahok di Bangka Belitung.

“Mereka melihat saya kerja dan bersimpati dengan kinerja saya,” ujar Ahok saat berbincang dengan Tribun Jakarta, di Kantor Tribun, Palmerah Barat, Selasa (24/12/2012).

Ahok pun menyusun rencana untuk mendapatkan dukungan. Seperti biasa ia menjaga diri supaya tak terjebak dalam praktik-praktik money politic. Ahok pun meminta nomor telepon setiap orang yang bertanggungjawab mengumpulkan indentitas warga agar terhindar dari calo KTP.

Hasilnya, banyak orang yang menolak memberikan nomor telepon. Suami Veronica itu pun hanya dapat mengumpulkan KTP sebanyak 70.000 lembar.

Ahok pun sempat patah semangat. Apalagi, tidak ada partai politik yang meliriknya. Untuk membeli suara partai politik, ayah tiga anak itu tidak memiliki dana dan tidak pernah mau memakai sistem mahar untuk mengikuti pilkada.

“Ada kerabat yang mengolok-olok, Lo (Ahok) mana laku. Lo mimpi, Belitung kecil terus mau jadi Gubernur DKI. Di pikiran saya juga timbul, lo goblok engga ke Bangka Belitung. Saya lalu berpikir, ini saya goblok atau konsisten,” ungkap Haok.

Tapi Ahok konsisten pada sikapnya, tidak mudah patah arang. Ia tak mau kembali ke Bangka Belitung untuk mengikuti pilkada. Keinginan itu juga untuk menghargai para mahasiswa dan relawan yang sudah bersusah payah mendukung Ahok untuk mendaftar Pilkada DKI melalui jalur independen.

“Ima (mahasiswi Paramadina) memohon kepada saya agar tidak pulang ke Bangka Belitung. ‘Kalau Bapak kembali ke Babel, saya bisa kuliah pakai helm. Malu. Sudah jualan Bapak di DKI, eh Bapak pulang ke Bangka Belitung’,” ujar Ahok menirukan ucapan sahabatnya yang menjadi relawan.

Ahok menilai ucapan Ima itu sebagai pelecut semangat. Walaupun rugi, Ahok merasa sudah mencoba mencari jalan menuju Pilkada DKI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: